Sabtu, 05 September 2015
Long time no see,Mack...
Dear Sahabatku yang diberkati,
Mackenzie,
Long Time no see,
Berharap engkau selalu dalam keadaaan baik,
Hei Mack..., merindukanmu dalam tulisan.. mengingatmu dalam pikiranku.. seolah hatiku teriris... betapa aku ingin sepertimu...dikisahkan seolah bertemu dengan Papa dan mendapat pencerahan sejati atas setiap luka dan kematian jiwamu yang hampa.
oh tidak Mack,aku membukanya dengan kisah sedihku,tapi aku tidak tahan untuk tak memulainya dengan kisahku dan segala keiniginanku.Semoga engku mengerti,terkdang aku masih belum dewasa.Demikian aku ingin mendengar kabarmu saat ini,akupun ingin menceritakan kisah sedihku,yang ku tau aku tak mampu menghadapinya karna jiwaku yang kurasakan seolah mati dalam keputus asaan.
Mack... semoga Papa juga mendengar setiap kekosongan hati ini. Aku ingin merasakan sentuhan demi sentuhan dariNya yang sudah lama tak kurasakan. Aku kehilangan obat yang paling ampuh. Aku kehilangan kekuatanku yang paling dahsyat. Aku seperti simson yang telah dilemahkan oleh jatuh cinta kepada delilah, padahal sewaktu dulu impian ku ingin menjadi pasukan perangNya, namun terlebih dulu aku jatuh seperti simson.
Hei Mack seperti inikah yang kau rasakan saat kematian jiwamu sangat hampa saat kau terhalang di dalam kegelapan mencoba mencari alur mana bagian cerita hidupmu yang benar, untuk mendapat jawaban pembelaan dariNya yang seolah sudah sengaja membuat hidupmu begitu hancur padahal engkau memujaNya luar biasa.
Hei Mack, bisakah kita memiliki waktu bersama untuk meminum kopi dan bercerita tentang masing masing kisah kita yang begitu dalam. Namun, kisahmu sudah selesai,Ia menemuimu dalam keputus asaanmu.Haruskah aku berharap Dia juga menemuiku sebagai tanda Ia juga memperhatikanku sebagaimana Ia memperhatikanmu.Tanpa Ia menemuiku aku mencoba mencari cara menemuiNya, tapi tetap rasa kehilangan yang mendalam ini membuatku berpikir seolah Ia tak akan mau menemuiku lagi.
Mack,rasa yang berlebihan ini membuatku tersingkir jauh dari hadapanNya,seperti itu perasaanku yang mendalam.Aku ingin dan ingin sekali menemuiNya,namun seolah terus kata-kata itu menghantuiku,bahwa Ia akan menutup pintuNya bagiku.
Mack,aku seperti dilanda oleh badai yang sangat kencang,pikiranku pun seperti angin di padang pasir yang tidak terhubung satu sama lain,menyeruak di tengah panas yang membara.Tapi aku tak ingin mengakhiri,aku inigin mencoba memperbaiki,tapi aku tidak memiliki ilmunya,bagaikan seorang montir mobil,ia memiliki ilmu untuk memperbaiki sebuah mobil.Tapi ini adalah sebuah Hubungan,yang mana titik patahnya dan titik retaknya pun tidak kelihatan.Terkadang aku ingin berlari kencang dan menyendiri sementara,tapi aku tidak memiliki dunia itu.Aroma kebencian terhadap orang lain,mulai menyerangku,namun aku tahu dan menyadari itu adalah kesalahan,bukannya memperbaiki,aku malah menyerang balik diriku sendiri.Aku merasa aku adalah sebuah kesalahan yang pernah lahir ke dunia ini,yaitu seseorang yang tak berguna.
Mack,maaf terlalu jauh sepertinya aku membicarakan hal ini di surat pertamaku.Aku hanya ingin menunggu responmu.Mungkin engkau mau menerima undanganku saat engkau datang ke tempatku.Terima kasih Mack.
Teman dalam cinta yang sama kepadaNya,
-OOO-
Langganan:
Komentar (Atom)